Jenis Jenis Disfungsi Ereksi

disfungsi ereksi

Apa itu Disfungsi Ereksi ?

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan seorang pria dalam mencapai atau mempertahankan ereksi ketika melakukan hubungan seksual, dan penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang banyak di alami oleh kaum pria. Ketika seorang pria mengalami penyakit ini, tentu ia harus paham dulu apa penyebabnya, sehingga ia paham bagaimana cara untuk mengobati nya, sehingga tidak mengeluarkan uang dengan percuma.

Menurut Dokter spesialis urologi dari Rumah Sakit Premier Bintaro, Nouval mengatakan jika penyakit ini terbagi menjadi dua, yaitu organik dan psikogenik. Lalu apa bedanya?

Seperti dilansir dari kompas, Nouval menjelaskan, disfungsi ereksi organik disebabkan karena adanya gangguan penyakit pada saraf sampai hormonal.

” Adanya gangguan pada arteri, diabetes,  hipertensi, hiperlipidemia atau karena kolesterol yang tinggi dan pada orang yang pernah menjalani operasi prostat dapat menjadi penyebab terjadinya disfungsi ereksi organik”, ia menerangkan di jakarta, (23/2/2016).

Penyakit tersebut, berhubungan dengan pembuluh darah yang terganggu, termasuk pembuluh darah yang ada di penis. Kekurangan hormon testosteron dan meningkatnya hormon prolaktin juga dapat menyebabkan sulit tercapainya ereksi yang keras .

Disfungsi ereksi organik, terjadi secara perlahan lahan, yang lama kelamaan dapat merusak jaringan erektil pada penis.

Sementara itu, disfungsi ereksi psikogenik, disebabkan karena faktor psikis dan faktor emosional seseorang.

Tipe penyakit seperti ini sifatnya tidak permanen dan jaringan erektil pada penis tetap sehat karena terjadi hanya pada saat saat tertentu saja, misalnya ketika depresi, stres dan  ketika kurang percaya diri.

Baca juga :

Mitos dan fakta mengenai disfungsi ereksi

“Misalnya, ketika seorang pria baru dipecat dari pekerjaannya yang menyebabkan mood nya jelek sehingga ia menjadi sulit ereksi ketika berhubungan karena pikirannya yang kacau” ujar Nouval.

Menurut Nouval, kasus  yang ditemukan, kebanyakan adalah gabungan antara tipe organik dan tipe psikogenik. Kedua tipe penyakit ini, harus diketahui terlebih dahulu untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Noval menjelaskan jika kebanyakan penyakit ini tidak murni organik, biasanya juga psikogenik. Awalnya ia disfungsi organik, kemudia hal itu membuat ia tidak percaya diri. Yang akhirnya malah memperburuk penyakit nya.