Apakah Keputihan Pada Vagina Berbahaya? Yuk Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Diposting pada
keputihan pada vagina
keputihan pada vagina

Keputihan pada vagina merupakan salah satu masalah wanita yang kerap terjadi. Pada umumnya, penyakit ini pernah dialami oleh sebagian besar kaum wanita, terutama bagi mereka yang sudah berusia remaja, dewasa maupun lansia.

Keputihan pada vagina ini sebenarnya adalah hal yang wajar atau normal, namun apabila penyakit ini dialami oleh seorang wanita sudah mulai mengeluarkan bau maka hal itu sudah tidak dapat dikatakan normal lagi. Hal inilah yang terkadang membuat seorang wanita menjadi cemas akan bahaya dari masalah keputihan.

Lalu, apakah benar penyakit pada vagina merupakan penyakit berbahaya bagi kaum wanita? Di bawah ini, Anda bisa mengerti dengan jelas dengan memahami jenis dan penyebab keputihan, serta cara tepat mengatasi keputihan tidak normal.

Jenis-Jenis Keputihan Pada Vagina yang Tidak Normal

Biasanya, saat wanita mengalami penyakit ini, maka vaginanya akan mengeluarkan sejumlah lendir atau cairan yang berwarna bening, tidak berbau, dan tidak menimbulkan rasa gatal. Namun, apabila seorang wanita mengalami penyakit ini dengan disertai rasa gatal, dan bau menyengat maka hal ini perlu diwaspadai.

Di bawah ini ada beberapa jenis keputihan pada vagina tidak normal yang harus Anda waspadai.

  • Keputihan disertai lendir warna coklat atau disertai darah

Penyakit jenis ini biasanya muncul pada saat wanita mendekati masa menstruasi. Namun, apabila keputihan ini berlangsung lama maka perlu diwaspadai karena wanita yang mengalaminya bisa jadi terindikasi kanker mulut rahim atau kanker serviks.

  • Keputihan disertai dengan pendarahan dan nyeri

Pada umumnya, seorang wanita yang sedang dalam siklus menstruasi atau setelah melakukan hubungan seksual akan merasakan pinggul pegal-pegal dengan disertai dengan munculnya keputihan, ini memang hal wajar. Akan tetapi, jika keputihan keluar dengan disertai dengan rasa nyeri maka segeralah periksakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  • Keputihan encer berwarna putih atau abu-abu dan berbau amis

Saat seorang wanita mengalami hal ini dengan tanda-tanda lendir warna putih keruh atau abu-abu dengan disertai bau amis maka hal tersebut tidak boleh dianggap enteng. Munculnya lendir keruh dan bau amis tersebut dapat menjadi salah satu contoh timbulnya infeksi akibat dari bakteri yang ada area vagina. Meskipun tidak berpotensi menular, namun sebaiknya jika Anda mengalami masalah ini segerakan diri Anda untuk periksa ke dokter.

  • Keputihan yang berwarna hijau, kuning, dengan disertai buih

Jenis keputihan pada vagina ini pada umumnya terjadi karena diakibatkan oleh bakteri trikomoniasis. Munculnya bakteri atau parasit ini disebabkan karena adanya penyakit menular seksual. Tanda-tanda yang sering dialami oleh penderita saat terkena parasit ini yaitu keluar lendir berwarna kuning, pembengkakan vagina yang disertai dengan gatal-gatal, dan parahnya lagi terkadang keputihan disertai dengan munculnya buih di vagina.

Penyebab Terjadinya Masalah Keputihan Pada Wanita

Apabila Anda mengalami beberapa jenis keputihan pada vagina di atas, maka itu tandanya Anda sedang mengalami keputihan tidak normal. Keputihan tidak normal yang dialami seorang wanita biasanya timbul akibat infeksi bakteri, jamur, maupun parasit yang berasal dari vagina.

Berikut ini ada beberapa penyakit yang menyebabkan keputihan tidak  normal pada seorang wanita, antara lain:

  • Bacterial Vaginosis

Bacterial Vaginosis merupakan suatu jenis bakteri yang mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri anaerob pada vagina. Dengan pertumbuhan yang tidak seimbang ini akhirnya muncul beberapa tanda-tanda yang perlu diwaspadai, seperti keputihan berwarna putih keabu-abuan, encer, berjumlah banyak dan memiliki bau yang amis. Munculnya lendir keputihan pun biasanya disertai dengan rasa gatal di area vagina.

  • Candidiasis

Candidiasis merupakan salah penyebab terjadinya penyakit keputihan. Masalah ini karena Candidiasis biasanya disebabkan oleh salah satu jamur penggangu di area vagina yang memiliki sebutan Candida Albicans. Saat seorang wanita mengalami penyakit akibat jamur ini maka biasanya ia akan mengalami keputihan yang akan disertai dengan munculnya lendir berwarna putih kental, vagina terasa gatal dan panas. Akibat rasa gatal dan panas yang ditimbulkan oleh jamur, area vagina akan mengalami kemerahan dan bengkak.

  • Trichomoniasis

Trichomoniasis merupakan sebuah penyakit menular seksual yang disebabkan karena adanya parasit bernama Trichomonas vaginalis yang berada di area vagina. Seorang wanita yang mendapat gangguan parasit ini biasanya akan mengalami keputihan yang sertai dengan munculnya lendir berwarna kuning kehijau-hijauan yang disertai dengan bau amis serta busa atau buih. Selain Trichomoniasi, ada pula penyakit menular seksual gonorea dan klamidia yang menyebabkan keputihan tidak normal pada seorang wanita.

Cara mengatasi keputihan pada vagina yang tidak normal

Penyakit ini, memanglah salah satu masalah kewanitaan yang normalnya dialami seorang wanita. Namun jika dibiarkan begitu saja pun akan menimbulkan efek yang berbahaya, apalagi jika penyakit ini, yang dialami sudah masuk kategori keputihan tidak normal. Namun tak perlu khawatir di bawah ini ada beberapa cara mudah untuk mengatasi penyakit ini pada vagina yang tidak normal, antara lain:

  • Gunakanlah celana dalam yang memiliki bahan katun
  • Hindarilah penggunaan celana ketat
  • Gunakan cairan antiseptic khusus kewanitaan yang memiliki kandungan povidone-iodine saat menstruasi untuk mencegah terjadinya keputihan tidak normal
  • Gunakan kondom saat melakukan hubungan intim jika Anda memiliki penyakit menular seksual
  • Jangan lupa untuk selalu membersihkan area kewanitaan dengan bersih
  • Setelah buang air besar atau buang air kecil, usahakan untuk membasuh vagina dengan air bersih dan lap dengan handuk agar kelembapan vagina Anda terjaga dengan baik.

Baca juga :

Cara mengatasi vagina kering

Apakah Keputihan Pada Vagina Berbahaya? Yuk Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya 1