7 Alasan Terjadinya Perceraian dalam Rumah Tangga

Diposting pada 81 views
Perceraian
7 alasan terjadi perceraian

Belakangan ini, sering kali kita mendengar tentang kabar perceraian baik di kalangan publik figur ataupun di lingkungan sekitar. Perpisahan pasangan suami istri baik dengan cara baik-baik ataupun melalui persengketaan selalu menyisakan duka dan trauma mendalam. Meskipun secara agama dan Undang-undang, hal tersebut sah-sah saja terjadi, namun hal ini pasti ingin dihindari oleh semua orang. Tak satupun dua insan menikah yang bermimpi untuk bercerai. Banyak faktor dan alasan terjadinya perceraian dalam rumah tangga, baik faktor internal ataupun eksternal.

Penyebab Terjadinya Perceraian yang Paling Sering Ditemui

Tak ada asap yang muncul tanpa adanya api. Sejatinya, semua hal di dunia ini memiliki sebab dan akibat. Begitu pula dengan perceraian dalam rumah tangga. Retaknya hubungan suami istri seharusnya sudah bisa dideteksi sejak awal supaya perceraian tidak perlu terjadi. Namun, tidak semua orang mampu mencium dan melihat bahwa pertengkaran biasa dalam rumah tangga dapat berujung pada perpisahan. Oleh sebab itu, sangat penting bagi pasangan suami istri memiliki wawasan dan pengetahuan tentang apa saja yang menjadi penyebab terjadinya perceraian suami istri.

7 Alasan Terjadinya Perceraian dalam Rumah Tangga 1

4 Cara Membantu Wanita Mencapai Klimaks.

Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya penyebab perceraian dalam rumah tangga, diantaranya adalah :

1. Faktor Keuangan
Uang memang bukan segalanya dalam dunia ini, namun tidak dipungkiri bahwa keberadaan uang dapat mempengaruhi segalanya. Dalam membangun sebuah keluarga, suami bertindak sebagai tulang punggung yang dituntut untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga. Ketidakmampuan suami dalam mencari nafkah adalah alasan terjadinya perceraian yang paling banyak ditemui. Istri merasa tidak mampu atau sanggup hidup dalam kondisi kekurangan sehingga memutuskan untuk bercerai.

2. Tingkat Kedewasaan
Tingkat kedewasaan atau pola pikir seseorang juga menjadi salah satu penyebab terjadinya retak nya mahligai pernikahan. Biasanya, hal ini terjadi pada pasangan suami istri yang menikah terlalu muda. Mereka belum matang secara pikiran dan emosional. Dalam kesehariannya, pasangan ini sering terlibat cekcok karena ketidakdewasaannya dan berakhir pada perpisahan diantara mereka.

3. Terlalu Sibuk dengan Urusan Masing-masing
Tidak sedikit pula kita temui dalam kehidupan sehari-hari dimana pasangan suami istri terlalu sibuk dengan kepentingannya sendiri-sendiri. Mereka tidak lagi memiliki waktu untuk berdua atau saling memberi perhatian. Pasangan ini layaknya dua orang asing yang tinggal bersama dalam satu rumah. Karena dirasa tak lagi cocok satu sama lain, hal ini menjadi alasan terjadinya perceraian.

4. Kehidupan Seks yang Kering
Memasuki fase tahun ke 5 pernikahan, biasanya kehidupan seks antara suami istri mulai berkurang. Seks yang awalnya secara rutin dilakukan, kini mulai ada penurunan kuantitas dan kualitas. Suami tidak lagi tertarik pada istrinya karena dirasa istri mulai enggan melayani. Istri merasa kebutuhan seksnya tidak terpenuhi karena sering kali tidak mendapatkan kenikmatan yang dibutuhkan.

Hal ini adalah alasan terjadinya perceraian yang paling umum dan sering diabaikan. Secara tidak sadar, mereka tidak lagi mengutamakan seks karena sudah bosan satu sama lain. Padahal, aktivitas seks merupakan kebutuhan utama baik bagi pihak suami ataupun istri.

Cara Memuaskan Wanita di atas Ranjang

5. Tidak Memiliki Anak
Salah satu penyebab terjadinya perceraian ialah belum dikaruniai anak. Biasanya, alasan ini datangnya dari pihak suami. Mereka merasa bahwa istrinya tidak mampu memberikan seorang keturunan sehingga merasa harus diceraikan.

6. Pihak Keluarga Ikut Campur Urusan Rumah Tangga
Ketika memutuskan untuk menikah, pasangan suami istri seharusnya memahami bahwa segala urusan yang berhubungan dengan rumah tangganya menjadi urusan pribadi keduanya. Dalam prakteknya, urusan rumah tangga sering kali dicampuri oleh pihak lain seperti orang tua, mertua, saudara ipar dan lain sebagainya.

7. Perselingkuhan
Alasan terjadinya perceraian yang juga paling sering terdengar adalah munculnya pihak ketiga atau terjadi perselingkuhan. Ketika pihak suami atau istri melakukan perselingkuhan, perceraian bisa menjadi hal yang tidak terelakkan. Pihak yang diselingkuhi akan merasa sakit hati dan tidak mampu lagi untuk membina rumah tangga hingga memutuskan untuk berpisah.

Perceraian memang bukan kasus yang luar biasa lagi dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan, beberapa orang sempat mengalaminya berkali-kali. Hal ini dapat kita jadikan pelajaran berharga dalam hidup agar supaya kita tidak perlu mengalami hal serupa. Alasan terjadinya perceraian diatas adalah poin yang dapat kita ambil hikmahnya.